Sabtu, 14 April 2012

Bukan Pocong Biasa



Jaki, Remon, Papay, Niken, dan Anna pergi untuk membuat film pendek mengenai kehidupan warga di sebuah kaki bukit. Dalam perjalanan ban mobil yang dikendarai Jaki dkk kempes. Mereka berhenti tepat di depan rumah angker, Mereka kehilangan dongkrak dan memutuskan untuk memasuki rumah angker itu untuk mencari pinjaman dongkrak. Mereka tidak tahu kalau rumah yang mereka masuki itu angker. Ada pocong yang suka mengganggu siapa saja yang memasuki rumah tersebut.
Jaki dkk diganggu oleh pocong perempuan, Mereka ketakutan sehingga terpisah satu sama lain. Tapi, Jaki sempat menemukan dongkraknya yang hilang. Mereka berhasil keluar, berusaha mengganti ban, dan segera tancap gas meninggalkan rumah angker itu. Dalam perjalanan mereka menemukan warung kopi dan bertemu dengan Malih dan Mucle dua satpam daerah itu. Dari dua satpam itu Jaki dkk mengetahui asal muasal pocong di rumah itu.
Mereka memutuskan kembali ke Jakarta karena berpikiran kalau Pocong itu tidak akan menggangu mereka kalau di Jakarta. Ternyata dugaan mereka salah. Pocong tetap meneror dan ikut ke Jakarta bersama teman-temannya. Jaki dkk semakin kebingungan bagaimana cara mereka mengusir pocong itu.Dan kelakuan pocong-pocong itu semakin aneh, hingga Jaki dkk menjuluki mereka bukan pocongbiasa.


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar anda.
"kritik membangun" anda sangat kami butuhkan untuk pengembangan blog ini.
terima kasih.